Jakarta – PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) memutuskan untuk tetap fokus mengoptimalkan kinerja aset yang telah dimiliki dan belum merencanakan pembangunan proyek baru maupun ekspansi usaha pada tahun 2026.
Dalam Public Exose yang digelar Jumat (19/6/2026), manajemen menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kelanjutan strategi yang diterapkan sejak masa pandemi COVID-19, ketika perusahaan memilih menunda berbagai rencana pengembangan proyek baru dan memusatkan perhatian pada peningkatan kinerja aset eksisting.
“Sejak pandemi kami menahan pembangunan proyek-proyek baru. Fokus kami adalah meningkatkan pendapatan dari aset yang sudah ada, terutama perkantoran, hotel, dan ritel,” ujar manajemen perseroan.
Perseroan menyatakan hingga saat ini belum mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk pengembangan proyek baru. Seluruh upaya perusahaan masih diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari portofolio properti yang telah beroperasi.
Terkait kondisi ekonomi dan fluktuasi nilai tukar rupiah, manajemen menilai dampaknya terhadap perusahaan relatif terbatas. Hal ini karena sebagian besar pendapatan maupun kewajiban perseroan menggunakan mata uang rupiah.
“Pendapatan kami mayoritas dalam rupiah dan utang juga dalam rupiah. Kami tidak memiliki utang dalam dolar AS, sehingga dampak langsung dari pelemahan kurs relatif minimal,” jelas manajemen.
Meski demikian, perusahaan mengakui kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap berpotensi memengaruhi permintaan pada sektor perhotelan maupun perkantoran.
Dari sisi kinerja keuangan, perseroan masih mencatatkan kerugian sehingga belum dapat membagikan dividen kepada pemegang saham. Manajemen menyebut kondisi tersebut masih dipengaruhi beban utang yang cukup besar meskipun pendapatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren perbaikan.
“Kinerja pendapatan sebenarnya sudah mulai membaik dalam beberapa tahun terakhir. Namun karena masih mencatatkan rugi, kami belum dapat membagikan dividen,” ungkap manajemen.
Sepanjang tahun berjalan, pendapatan perusahaan tercatat relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan yang terjadi kurang dari satu persen dan terutama dipengaruhi melemahnya kinerja sektor hotel akibat dampak kebijakan efisiensi belanja pemerintah yang sempat diterapkan beberapa waktu lalu.
Meski demikian, manajemen optimistis kondisi bisnis akan semakin membaik seiring normalisasi aktivitas ekonomi dan meningkatnya permintaan pasar. Perseroan juga berharap stabilitas ekonomi nasional serta membaiknya situasi geopolitik global dapat mendukung pertumbuhan sektor properti ke depan.
Untuk tahun 2026, PT Duta Anggada Realty Tbk menegaskan tetap berfokus pada tiga segmen usaha utama, yakni perkantoran, hotel, dan ritel. Perusahaan juga belum memiliki rencana untuk melakukan diversifikasi ke bidang usaha lain maupun melakukan perubahan dalam susunan manajemen.
Sebagai informasi, PT Duta Anggada Realty Tbk merupakan salah satu emiten properti yang telah lama tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1990 dan termasuk perusahaan properti generasi awal yang melantai di pasar modal Indonesia.
Berita ini sudah menggunakan format media ekonomi/bursa dan siap dipublikasikan dengan sedikit penyesuaian pada nama narasumber atau data keuangan tambahan apabila tersedia dari materi resmi Public Expose.
- Fokus Portofolio: Perusahaan menegaskan tidak ada rencana diversifikasi maupun perubahan manajemen, dan tetap mengoptimalkan pendapatan dari portofolio properti yang sudah beroperasi. [1]
- Aksi Obligasi Terbaru: Penerbitan obligasi Rp50 miliar dengan tenor 370 hari ini ditawarkan pada harga 100% dari nilai pokok dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 3 Juli 2026. [1]
- Restrukturisasi Utang: Awal tahun ini, perseroan telah menuntaskan penyerapan dana dari obligasi sebelumnya senilai Rp296,49 miliar, yang seluruhnya dialokasikan untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022

















