Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Buku Sahat M Sinaga “Dari Loyang Menjadi Emas” Paparkan Visi Baru Industri Sawit Indonesia

Avatar photo
51
×

Buku Sahat M Sinaga “Dari Loyang Menjadi Emas” Paparkan Visi Baru Industri Sawit Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – Pengamat sekaligus tokoh industri kelapa sawit, Sahat M. Sinaga, resmi meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Dari Loyang Menjadi Emas: Dan Perjuangan Membuat Sawit Indonesia Lebih Bernilai” dalam sebuah acara yang digelar di The Westin Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sahat memaparkan sejumlah gagasan strategis dan inovatif terkait masa depan industri kelapa sawit nasional. Ia menekankan pentingnya penerapan teknologi pengolahan yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga menjaga kandungan nutrisi guna menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Example 300x600

“Teknologi pengolahan yang selama ini banyak diadopsi masih mengacu pada standar Eropa, yang belum tentu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Indonesia,” ujar Sahat.

Ia juga menyoroti proses physical refining dengan suhu tinggi hingga 265°C yang berpotensi menghilangkan vitamin penting dalam minyak sawit.

Sebagai alternatif, Sahat memperkenalkan pendekatan teknologi esterification dengan suhu lebih rendah, sekitar 55°C. Metode ini dinilai mampu mempertahankan kandungan nutrisi minyak, sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam upaya mengatasi kekurangan vitamin dan stunting.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pemain pasif di pasar global.

“Dengan sumber daya yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin dalam penyediaan produk sawit yang lebih sehat dan rendah emisi karbon,” katanya.

Dalam aspek investasi, Sahat mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi tersebut mendapat dukungan dari Yayasan Pembangunan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSB).

Dari sisi hilir, ia juga menyebut adanya minat kuat dari pihak China yang siap menyerap hingga 100% produksi. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan dengan tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, dengan alokasi sekitar 30% untuk pasar domestik.

Tidak hanya fokus pada teknologi, Sahat juga menyoroti pentingnya transformasi di tingkat petani. Ia mendorong petani sawit untuk bergabung dalam koperasi atau entitas bersama guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Selain itu, ia menggarisbawahi urgensi penguatan aspek kesehatan tanaman sawit. Menurutnya, Indonesia perlu memiliki “dokter tanaman sawit” di setiap provinsi sebagai bagian dari pengembangan keilmuan pertanian, mengingat peran strategis komoditas ini sebagai salah satu sumber utama pendapatan negara.

Menutup pernyataannya, Sahat berharap gagasan-gagasan yang dituangkan dalam bukunya dapat tersebar luas dan menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para pemangku kepentingan di sektor perkebunan sawit.

Buku “Dari Loyang Menjadi Emas: Dan Perjuangan Membuat Sawit Indonesia Lebih Bernilai” merupakan refleksi pemikiran dan pengalaman Sahat M. Sinaga dalam mengangkat potensi besar Indonesia untuk mengelola sumber daya secara inovatif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.

 

(ard)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *