HANKAM

Dirut PT PAL: Industri Pertahanan Harus Pastikan TNI Terus Memiliki Taji

Avatar photo
592
×

Dirut PT PAL: Industri Pertahanan Harus Pastikan TNI Terus Memiliki Taji

Sebarkan artikel ini
Dirut PT PAL: Industri Pertahanan Harus Pastikan TNI Terus Memiliki Taji. (Foto: PT PAL)

Jakarta – Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan pentingnya penguatan industri pertahanan nasional sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat kemampuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga kedaulatan negara.

Hal tersebut disampaikan Kaharuddin saat menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Peringatan HUT ke-81 TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Momentum tersebut menjadi penegasan atas peran strategis TNI dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI atas pengabdian dan pengorbanan dalam menjalankan tugas negara.

Menurut Kaharuddin, kekuatan TNI perlu berjalan beriringan dengan kemampuan industri pertahanan nasional. Industri pertahanan tidak hanya dituntut menyediakan alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga harus mampu membangun ekosistem pertahanan yang mencakup kemampuan produksi, penguasaan teknologi, pemeliharaan, sumber daya manusia, hingga dukungan berkelanjutan.

“Industri pertahanan memiliki tanggung jawab untuk memastikan kekuatan TNI terus memiliki taji. Artinya, bukan hanya menghadirkan alutsista, tetapi membangun kemampuan nasional yang mendukung kesiapan operasional, keberlanjutan pemeliharaan, serta pengembangan teknologi pertahanan. Pada akhirnya, seluruh kemampuan tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi TNI dalam menjaga kedaulatan negara,” ujar Kaharuddin.

Sebagai salah satu industri pertahanan strategis nasional, PT PAL Indonesia terus memperkuat kapabilitasnya untuk meningkatkan kontribusi industri dalam memenuhi kebutuhan pertahanan sekaligus memperkokoh kemandirian nasional.

Kaharuddin menilai penguatan industri pertahanan semakin relevan memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan kekuatan pertahanan yang tangguh, modern, dan adaptif harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas industri dalam negeri.

“Momentum dua tahun pemerintahan ini perlu menjadi penguat bagi industri pertahanan nasional untuk semakin berdaya. Ketika kebutuhan pertahanan dibarengi dengan penguatan kapasitas industri dalam negeri, maka yang dibangun bukan hanya alutsista, tetapi juga kemandirian teknologi, rantai pasok, kompetensi SDM, dan kemampuan nasional untuk menopang pertahanan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Dalam konteks pertahanan maritim, PT PAL Indonesia terus mendorong penguatan kemandirian nasional melalui pengembangan kemampuan industri perkapalan dan teknologi pertahanan.

Upaya tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan kapal perang, tetapi juga dengan memperkuat ekosistem industri nasional melalui keterlibatan industri komponen lokal serta pemberdayaan sumber daya manusia unggul Indonesia.

Sinergi antara TNI, pemerintah, dan industri pertahanan menjadi faktor penting dalam membangun kemampuan pertahanan nasional yang berkelanjutan. Dengan ekosistem industri yang semakin kuat, kebutuhan pertahanan diharapkan tidak hanya menghasilkan alutsista, tetapi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian, memperkuat rantai pasok nasional, serta meningkatkan penguasaan teknologi strategis.

PT PAL Indonesia sebagai bagian dari industri pertahanan strategis nasional pun terus memacu kapabilitasnya agar dapat memberikan dukungan optimal terhadap kebutuhan pertahanan maritim Indonesia sekaligus memperkuat fondasi kemandirian pertahanan dalam jangka panjang.

 

(ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *