Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) Menggelar Talk Show Bertajuk “Pancasila, Kebangsaan, Keragaman Dan Globalisasi” Di Gereja GPIB Paulus Jakarta

Avatar photo
120
×

Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) Menggelar Talk Show Bertajuk “Pancasila, Kebangsaan, Keragaman Dan Globalisasi” Di Gereja GPIB Paulus Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, 21 April 2026 – Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Paulus Menteng Jakarta melalui Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) menggelar talk show bertajuk “Pancasila, Kebangsaan, Keragaman, dan Globalisasi” pada Selasa (21/04/26). Kegiatan ini menghadirkan Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri sebagai pembicara utama.

Acara ini menjadi ruang refleksi kebangsaan lintas generasi, khususnya bagi kalangan lanjut usia, dalam mempererat persatuan sekaligus memperluas wawasan mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika global.

Example 300x600

Ketua PELKAT PKLU, Timbul Thomas Lubis, dalam sambutannya menegaskan pentingnya semangat persatuan dalam keberagaman. Ia menyampaikan bahwa meskipun sempat direncanakan menggunakan seragam tertentu, seluruh peserta memilih mengenakan busana Nusantara sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman Indonesia.

“Yang paling penting bukan hanya visi, tetapi bagaimana kita mengamalkan nilai kasih, persatuan, dan ketulusan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam paparannya, Megawati menekankan bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada konsistensi dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Ia mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan harus dihidupi dalam keseharian.

“Pancasila itu bukan sekadar dihafalkan, tetapi harus dihayati dan dijalankan. Kalau hanya menjadi kata-kata, kita akan kehilangan ruh kebangsaan,” tegasnya.

Megawati juga menyoroti pentingnya peran keluarga, terutama ibu, dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Menurutnya, tantangan globalisasi dapat mengikis nasionalisme jika tidak diimbangi dengan ketahanan budaya dan identitas bangsa.

“Silakan belajar ke seluruh dunia, tetapi jangan pernah lupa pulang sebagai Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyinggung isu-isu strategis global, termasuk dinamika ekonomi dunia dan ancaman sosial seperti penyalahgunaan narkotika, yang membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam pencegahannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Menteng Jakarta, Pdt. Johny Alexander Lontoh, M.Min., M.Th., menilai kegiatan ini memberikan inspirasi besar dalam memperkuat ideologi bangsa.

“Jika kita kembali pada nilai-nilai Pancasila, sesungguhnya bangsa ini memiliki fondasi yang kuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Pancasila adalah kekayaan luar biasa yang mempersatukan keberagaman Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa globalisasi merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari, namun harus disikapi dengan kembali pada nilai-nilai dasar bangsa.

“Mulai dari keluarga, dari rumah, kita bisa memperkuat kembali nilai-nilai itu. Peran keluarga, terutama figur ibu, sangat penting dalam menjaga harmoni dan membangun karakter bangsa,” tambahnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta yang didominasi kalangan lanjut usia. Melalui forum ini, PKLU GPIB Paulus tidak hanya memperkuat pembinaan iman, tetapi juga menghadirkan edukasi kebangsaan yang relevan dengan tantangan zaman.

Sebagai bagian dari pelayanan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat, PKLU berkomitmen untuk terus mendorong lansia agar tetap aktif, sehat, mandiri, serta berperan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Acara ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi lintas generasi guna menjaga keutuhan bangsa serta menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama Indonesia di era globalisasi.

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *