Jakarta — PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN), perusahaan penyedia sistem higienis pertama di Indonesia, menggelar Public Expose 2025 dengan memaparkan kinerja keuangan, inovasi layanan, serta strategi bisnis berkelanjutan.
Didirikan pada 2007 dengan nama PT Indocare Pacific, Ecocare terus memperluas bisnisnya melalui berbagai langkah strategis. Pada 2009, perseroan membuka cabang di Balikpapan dan Palembang. Tahun 2010, Ecocare melakukan ekspansi vertikal dengan menghadirkan layanan pengendalian hama profesional lewat unit usaha ecoCare Pest Control. Selanjutnya pada 2021, perusahaan meluncurkan PT Tukang Bersih Indonesia yang fokus pada layanan kebersihan untuk konsumen B2B maupun B2C.
Momentum penting terjadi pada 13 Februari 2024, saat Ecocare resmi mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Setelah itu, perusahaan membuka lima cabang baru di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Semarang.
Dalam kesempatan Public Expose 2025, perseroan menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun citra sebagai perusahaan lokal Indonesia yang mampu bersaing dengan pemain internasional di bidang jasa pendukung (support service).
Sementara itu, Perseroan memaparkan kinerja keuangan sepanjang 2024, laba bersih konsolidasian tercatat Rp18,63 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp6,06 miliar atau 32,5% dibagikan sebagai dividen tahunan kepada pemegang saham dengan nilai Rp2,40 per lembar saham, sedangkan sisanya sebesar Rp12,57 miliar dialokasikan sebagai laba ditahan.
Memasuki 2025, Ecocare menorehkan pertumbuhan positif pada semester pertama dengan peningkatan pendapatan hingga 18,12%. Sejumlah inovasi digital juga diluncurkan, antara lain Super Sales App yang terintegrasi dengan CRM untuk mempercepat proses penjualan, e-Pest Monitoring & Reports berbasis web dan aplikasi mobile untuk transparansi layanan pengendalian hama, serta CRM & Omnichannel System yang memudahkan komunikasi lintas kanal dengan pelanggan.
Strategi berkelanjutan turut menjadi prioritas, di antaranya pengembangan produk higienis ramah lingkungan, ekspansi pasar ke Jambi, Banjarmasin, Kendari, dan Kupang, serta penerapan sistem ERP untuk integrasi keuangan, supply chain, hingga manajemen SDM. Selain itu, Ecocare meluncurkan platform pelatihan digital ecoDemy dan program Management Development Program (MDP & SDP) guna menyiapkan calon pemimpin masa depan.
Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui program CSR rutin serta penerapan prinsip ESG, termasuk penggunaan kendaraan listrik seperti motor dan van operasional.
Dengan langkah-langkah tersebut, manajemen Ecocare optimistis dapat meningkatkan margin keuntungan sekaligus memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.