BERITA

Tingkatkan Kualitas Manusia Indonesia, Yayasan Dana Darma Pancasila (YDDP) Meluncurkan Program “Sekolah Kebangsaan Belajar Indonesia Merdeka”

Avatar photo
64
×

Tingkatkan Kualitas Manusia Indonesia, Yayasan Dana Darma Pancasila (YDDP) Meluncurkan Program “Sekolah Kebangsaan Belajar Indonesia Merdeka”

Sebarkan artikel ini

​​Jakarta — Yayasan Dana Darma Pancasila (YDDP) mengumumkan rencana peluncuran program “Sekolah Kebangsaan Belajar Indonesia Merdeka” yang dijadwalkan mulai berjalan pada Januari mendatang, menjelang bulan Ramadan. Program ini digagas untuk menjawab tantangan krisis kepemimpinan dan pentingnya penyiapan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta berwawasan kebangsaan yang inklusif.

​Dalam pemaparannya, Yudi Latif, Ph. D (Ketua Yayasan Dana Darma Pancasila) menyoroti gagasan pendiri bangsa seperti Mohammad Hatta yang mengingatkan bahwa kemerdekaan memerlukan tenaga-tenaga terdidik. Namun dalam praktiknya, Indonesia dinilai terus mengalami fase kedaruratan (much forming) dan pertempuran politik tanpa henti. Selain itu, pendidikan politik dan civic education (pendidikan kewarganegaraan) di Indonesia dinilai belum sungguh-sungguh mendidik kompetensi kewargaan secara utuh.

​”Sistem itu penting, tetapi sistem tidak pernah melebihi kualitas manusianya. Jika manusianya tidak dididik, sistem apa pun yang diperkenalkan tidak akan menghasilkan output dan outcome yang sesuai harapan. Kita harus menyiapkan tenaga-tenaga muda yang dididik secara inklusif menjadi warga negara yang inklusif,” ujar Kang Yudi.

​Kurikulum Dua Tingkatan

​Sekolah Kebangsaan ini akan dirancang dalam dua jenjang pelatihan:

1. ​Tingkat Dasar (Wawasan Keindonesiaan Holistik):
Memperkenalkan wawasan keindonesiaan secara menyeluruh yang mencakup tiga pilar:
– ​Kealaman: Mengenal kekayaan geologi, geografi, oseanografi, keanekaragaman hayati, hutan tropis, hingga potensi komoditas Indonesia.
– ​Kemanusiaan: Memahami arkeologi prasejarah, antropologi Nusantara, dan asal-usul genetika manusia Indonesia sebagai pusat pembauran berbagai populasi.
– ​Peradaban: Mengulas kembali sejarah peradaban maritim, teknologi percandian, farmakologi tradisional (jamu), pertanian, hingga tradisi intelektual dan Indonesian Political Thinking dari berbagai arus pemikiran.

2. ​Tingkat Lanjutan (Kepemimpinan Berbasis Nilai Pancasila):

Fokus pada bagaimana membangun dan memimpin Indonesia dengan landasan nilai-nilai Pancasila. Peserta akan mempelajari kepemimpinan melalui contoh nyata (leading by example) dari figur-figur keteladanan di bidang bisnis, politik, dan pemerintahan daerah.

​Representasi Nasional dan Pendidikan Inklusif

​Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester 6 dan 7 yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia (masing-masing provinsi diwakili sepasang peserta laki-laki dan perempuan). Selain itu, kuota khusus juga dialokasikan bagi kelompok disabilitas untuk memastikan keberagaman dan representasi Indonesia yang sesungguhnya.

​Selain pembelajaran kelas, para peserta akan diajak melakukan refleksi kebangsaan, penyusunan makalah bersama, serta kunjungan ke situs-situs sejarah penting seperti Museum Sumpah Pemuda dan Gedung Proklamasi.

​Berkelanjutan dan Rencana Pengembangan

​Sekolah Kebangsaan ini rencananya akan diselenggarakan sebanyak dua angkatan setiap tahunnya. Ke depan, YDDP juga merencanakan pengembangan talenta berbasis kejeniusan lokal (local genius / local knowledge) untuk mendokumentasikan serta memamerkan kecanggihan pengetahuan lokal masyarakat di berbagai daerah Nusantara.

​Pihak yayasan membuka ruang kolaborasi dan mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, para ahli, akademisi (seperti AIPI), serta pelaku usaha guna menyukseskan keberlangsungan program ini.
​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *