Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) Bersama Himpunan Alumni IPB Menggelar Dialog Kebangsaan & Forum Bisnis Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa Dengan Tema “Dorong Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Nasional”

Avatar photo
33
×

Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) Bersama Himpunan Alumni IPB Menggelar Dialog Kebangsaan & Forum Bisnis Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa Dengan Tema “Dorong Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Nasional”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Jakarta – Semangat kolaborasi dan pengabdian ditunjukkan oleh Himpunan Alumni IPB dalam upaya mendorong kedaulatan pangan dan energi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini mengemuka dalam agenda strategis yang mempertemukan para alumni lintas sektor dalam sebuah forum nasional bertajuk “Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa.”

Example 300x600

Ketua Umum Himpunan Alumni IPB, Fauzi Amro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator terkait sektor pangan. Audiensi tersebut menghasilkan gagasan awal untuk membangun sebuah model kawasan terpadu berbasis potensi lokal.

“Insyaallah kami akan merumuskan model dari hulu ke hilir dalam satu kawasan. Di dalamnya ada peternakan ayam, perikanan, komoditas pisang, hingga pengolahan hasil yang saling terintegrasi.

Setiap sektor akan saling mensuplai, termasuk untuk mendukung kebutuhan program pemerintah serta kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujar Fauzi.
Model kawasan ini diharapkan menjadi prototipe yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan dukungan jaringan alumni IPB yang luas, implementasi model tersebut diyakini mampu memperkuat rantai pasok nasional serta menggeser paradigma dari sekadar “titik dapur” menjadi sistem supply chain yang terintegrasi.

Fauzi juga menegaskan bahwa kekuatan utama Himpunan Alumni IPB terletak pada struktur organisasi yang solid dan tersebar luas. Saat ini, tercatat ratusan jaringan alumni aktif di berbagai wilayah, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga internasional.

Kita memiliki fondasi struktural yang sangat kuat—ratusan DPC di tingkat kabupaten/kota, puluhan di tingkat provinsi, hingga jaringan internasional. Ini adalah modal besar untuk membangun klaster pangan dan energi berbasis keilmuan dan pengalaman para alumni,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepengurusan Himpunan Alumni IPB saat ini berkomitmen penuh pada nilai pengabdian. Tidak ada orientasi jabatan maupun keuntungan finansial, melainkan fokus untuk memberikan kontribusi nyata bagi almamater dan bangsa.

“Kami tidak mencari jabatan, kami tidak mencari keuntungan. Kami ingin mengabdi kepada kampus yang telah membesarkan kami. Ini adalah kesempatan untuk memberikan kembali melalui karya nyata,” tegas Fauzi.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pun tidak berhenti pada seremoni semata. Ke depan, berbagai forum diskusi dan kolaborasi akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan kampus maupun melalui fasilitas organisasi alumni.

Melalui langkah ini, Himpunan Alumni IPB optimistis dapat berperan aktif dalam mendukung visi Indonesia menuju kemandirian pangan dan energi, sekaligus memperkuat posisi sebagai motor penggerak pembangunan berbasis sumber daya berkelanjutan.

Wakil Ketua Alumni IPB, Handian Purwawangsa, dalam wawancara bersama awak media menyampaikan bahwa fokus utama peran alumni saat ini adalah pada penguatan sumber daya manusia (SDM) serta pendampingan ekosistem usaha, khususnya di sektor-sektor strategis seperti koperasi desa dan komunitas nelayan.

“Kami fokus pada pendampingan sumber daya manusia. Misalnya pada program Koperasi Desa Merah Putih, kami membantu bukan hanya dari sisi gagasan, tetapi juga membangun ekosistem bisnisnya. Ketika bangunan atau wadahnya sudah ada, kami masuk untuk merancang usaha utama yang tepat serta menentukan kebutuhan SDM yang sesuai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Handian menuturkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif melalui pendampingan langsung di lapangan. Hal ini bertujuan agar koperasi maupun komunitas yang didampingi mampu berkembang secara berkelanjutan dan mandiri.

“Kami menurunkan tim pendamping untuk memastikan program berjalan efektif. Pendampingan ini mencakup perencanaan usaha hingga implementasi ekosistem bisnis yang tepat,” tambahnya.

Selain koperasi desa, peran alumni IPB juga menyentuh sektor kelautan melalui program Kampus Nelayan Merah Putih. Dalam program ini, alumni berkontribusi dalam penyusunan perencanaan strategis sekaligus penguatan model bisnis berbasis potensi lokal.

“Untuk Kampus Nelayan Merah Putih, kami membantu menyusun perencanaan yang matang, sekaligus merancang ekosistem bisnis yang bisa menopang keberlanjutan usaha para nelayan,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam memperkuat kedaulatan pangan dan energi nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Sinergi alumni IPB diharapkan tidak hanya menjadi gagasan, tetapi juga aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Dengan kolaborasi yang solid antara akademisi, alumni, dan masyarakat, visi besar menuju kemandirian ekonomi nasional berbasis pangan dan energi diyakini dapat terwujud secara berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *