Jakarta, – Media Survei Nasional (MEDIAN) kembali merilis hasil survei nasional yang memotret evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan, program prioritas, isu terkini, serta peta elektabilitas tokoh dan partai politik.
Survei tersebut dilakukan pada 21 Juli hingga 26 Agustus 2026 dengan metode tatap muka yang mencakup responden di 38 provinsi di Indonesia. Hasil survei dipaparkan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat.
Peneliti MEDIAN, Rico Marbun, mengatakan hasil survei menunjukkan bahwa dalam simulasi elektabilitas tokoh, Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas dengan elektabilitas sekitar 32,4 persen.
“Prabowo Subianto masih unggul kurang lebih 32,4 persen, disusul Dedi Mulyadi atau KDM sebesar 20,6 persen, kemudian Anies Baswedan di angka 20,5 persen,” ujar Rico dalam keterangannya.
Menurutnya, persaingan di posisi berikutnya cukup ketat. Sejumlah nama lain seperti Ganjar Pranowo dan tokoh-tokoh lainnya juga masuk dalam pemetaan yang dilakukan MEDIAN.
*Gibran Masih Dominan dalam Bursa Wapres*
Untuk simulasi elektabilitas calon wakil presiden, posisi Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden, masih mendominasi dengan angka sekitar 20,1 persen.
Gibran kemudian diikuti sejumlah nama lainnya, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Dedi Mulyadi.
Rico mengatakan temuan tersebut menjadi salah satu gambaran penting mengenai preferensi publik terhadap figur-figur yang dinilai memiliki peluang dalam peta politik nasional.
*Kepercayaan terhadap Institusi Presiden Masih Tinggi*
Selain elektabilitas tokoh, survei MEDIAN juga mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sejumlah institusi negara.
Hasilnya menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi Presiden masih tergolong tinggi, berada di kisaran 70 persen. Angka tersebut, menurut Rico, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi jika dibandingkan dengan sejumlah institusi lain yang turut diukur dalam survei.
“Kepercayaan terhadap institusi Presiden itu masih cukup tinggi, kurang lebih di angka 70-an persen. Bahkan tertinggi dibandingkan misalnya dengan gubernur, DPR, KPK dan lain sebagainya,” jelasnya.
*MBG Jadi Program Pemerintah yang Paling Disorot*
Dalam evaluasi terhadap program-program prioritas pemerintah, terdapat tiga program yang menjadi perhatian utama masyarakat, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Rico menjelaskan, MBG menjadi salah satu program yang mendapat perhatian besar masyarakat. Di satu sisi, program tersebut memperoleh dukungan, namun di sisi lain muncul kritik dan tuntutan agar pelaksanaannya dievaluasi.
“MBG ini dari beberapa survei yang kami lakukan memang ada kontranya di kalangan publik. Dalam beberapa bulan terakhir kita bisa melihat program yang menjadi unggulan pemerintah ini ternyata ada penyelewengan yang dilakukan oleh jajaran pelaksananya,” kata Rico.
Kondisi tersebut dinilai turut memberikan tekanan terhadap tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah. Namun, Rico menegaskan bahwa secara umum masyarakat masih menginginkan program MBG tetap dilanjutkan.
Berdasarkan hasil survei MEDIAN, sekitar 36 persen responden menginginkan MBG tetap berjalan, sementara sekitar 38 persen menyatakan program tersebut perlu dievaluasi terlebih dahulu sebelum dilanjutkan.
“Jadi jumlahnya cukup besar kalau kita tanya dari survei terhadap MBG. Salah satunya karena memang MBG ini memberi semacam ruang ekonomi, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga,” ujarnya.
Menurut Rico, manfaat ekonomi tersebut dirasakan karena keluarga tidak selalu harus memberikan uang kepada anak untuk membeli makanan atau jajanan di luar. Dengan adanya program makanan bergizi di sekolah, sebagian pengeluaran rumah tangga dapat dialihkan untuk kebutuhan lainnya.
*Publik Masih Melihat Manfaat MBG*
Temuan MEDIAN tersebut menunjukkan bahwa meskipun terdapat kritik terhadap pelaksanaan MBG, program tersebut masih memiliki basis dukungan di tengah masyarakat.
Persoalan tata kelola dan dugaan penyimpangan dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi publik. Namun, proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat serta evaluasi terhadap pelaksanaan program menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan MBG.
Survei MEDIAN secara keseluruhan memberikan gambaran bahwa masyarakat masih menaruh perhatian besar terhadap kinerja pemerintahan, efektivitas program prioritas, sekaligus perkembangan peta elektabilitas tokoh politik nasional.
Hasil survei ini sekaligus menjadi potret dinamika opini publik nasional hingga akhir Agustus 2026, ketika sejumlah isu pemerintahan, program sosial, dan persaingan elektoral mulai menjadi perhatian masyarakat.


















