Kami pedagang Pasar jaya Sunter Podomoro
Hari ini (Senin, 31 Agustus 2026), kita berdiri bersama di kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menyampaikan keresahan dan tuntutan terkait Revitalisasi Pasar Jaya Sunter Podomoro, Jakarta Utara.
Revitalisasi di pasar jaya Sunter Podomoro mewajibkan pedagang membayar Rp 39juta permeter persegi untuk Los atas, Rp 49 juta permeter persegi untuk kios lantai bawah.sangatlah tidak masuk akal.
Pedagang menolak keras revitalisasi tanpa ada transparansi dan dilakukan dengan cara intimidasi. Adapun salah satu cara intimidasi nya yaitu pihak pengelola secara sepihak menetapkan bahwa kami terhutang PHP dari tahun 2012 sampai saat ini, dimana kami tidak merasa berhutang karena kami tidak pernah disosialisasikan ataupun menandatangani surat perjanjian sewa menyewa. Kalau mengacu hasil keputusan BPK wagub Bapak Basuki Tjahaja purnama pada tahun 2012 revitalisasi dibatalkan dan tidak ada perpanjangan hak pakai 20 tahun. Yang ada pedagang membayar sewa harian, retribusi sampah, keamanan dan lain lain melalui sistem pembayaran CMS
Jajaran direksi Perumda Pasar Jaya menjadikan revitalisasi Pasar jaya Sunter Podomoro untuk mengusir pedagang lama yang sudah belasan tahun berjualan dan selama ini patuh membayar retribusi. Kami diintimidasi oleh oknum pegawai Perumda Pasar Jaya yang menolak rencana revitalisasi di Pasar jaya Sunter Podomoro.
Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno mohon dengarkan jeritan kami pedagang Pasar jaya Sunter Podomoro. Kami datang ke Balai Kota ini meminta perlindungan Bang Pram dan Bang Doel untuk turun tangan menyelesaikan aspirasi para pedagang Pasar jaya Sunter Podomoro.
Kami meminta Bang Pram dan Bang Doel mengevaluasi terhadap kinerja jajaran direksi Perumda Pasar Jaya, Manager Area 13 yang bertanggung jawab terhadap rencana revitalisasi Pasar jaya Sunter Podomoro.
Pedagang tidak anti revitalisasi, tetapi kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik baik saja sangat berdampak terhadap kehidupan kami sehari hari mencari rezeki berjualan di pasar tradisional. Darimana kami memiliki uang ratusan juta untuk membayar revitalisasi di Pasar jaya Sunter Podomoro.
Kami membutuhkan perlindungan Bang Pram dan Bang Rano, Tolong dengarkan aspirasi pedagang Pasar jaya Sunter Podomoro.
Jikalau, kami tidak menyetujui revitalisasi Pasar, pedagang yang notabene selama ini sudah belasan tahun berjualan harus keluar dari pasar. Darimana kami mendapatkan uang ratusan juta untuk membiayai revitalisasi pasar, sedangkan kondisi pembeli yang berbelanja ke Pasar tidak lagi ramai seperti dahulu. Bang Pram dan Bang Doel tolong dengarkan kesedihan hati pedagang Pasar jaya Sunter Podomoro.
Pedagang bukan objek sapi perah direksi PD Pasar Jaya. Suara pedagang harus didengarkan. Revitalisasi hanya topeng mengusir pedagang lama. Kami yakin Bang Pram dan Bang Rano akan membawa kebaikan bagi kami pedagang untuk waktu kedepan yang lebih baik. Kami ingin Pasar jaya Sunter Podomoro kembali ramai pembeli, tapi program revitalisasi yang digagas direksi Perumda Pasar Jaya tidak transparan dan mencekik pedagang yang sedang kesulitan.


















