Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Brigjen TNI (Purn) Jamaludin M.Si Menilai Budaya Betawi Tidak Hanya Diwujudkan Melalui Simbol-Simbol Adat Semata, Tetapi Juga Melalui Implementasi Nilai Kehidupan Sehari-Hari

Avatar photo
37
×

Brigjen TNI (Purn) Jamaludin M.Si Menilai Budaya Betawi Tidak Hanya Diwujudkan Melalui Simbol-Simbol Adat Semata, Tetapi Juga Melalui Implementasi Nilai Kehidupan Sehari-Hari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Brigjen TNI (Purn) Jamaludin M.Si Menilai Budaya Betawi Tidak Hanya Diwujudkan Melalui Simbol-Simbol Adat Semata, Tetapi Juga Melalui Implementasi Nilai Kehidupan Sehari-Hari

 

Example 300x600

 

JAKARTA — Semangat pelestarian budaya Betawi menggema dalam acara *Halal bi Halal Silaturahmi Kebangsaan dan Raker III Dewan Adat Bamus Betawi* yang digelar pada Minggu, 10 Mei 2026, di Gedung Vokasi Kementerian Tenaga Kerja, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus mempertegas komitmen menjaga warisan budaya Betawi di tengah derasnya modernisasi ibu kota.

Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh masyarakat, budayawan, serta elemen organisasi Betawi yang menaruh perhatian besar terhadap eksistensi budaya lokal di Jakarta. Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, forum itu juga menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Raker III Dewan Adat Bamus Betawi.

Salah satu tokoh yang memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan budaya Betawi adalah Brigjen TNI (Purn) Jamaludin M.Si (Han). Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa *local wisdom* atau kearifan lokal harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Budaya Betawi ini bukan sekadar warisan, tetapi mengandung nilai-nilai luhur. Nilai keramahan, saling menghormati, kebersamaan, hingga kehidupan sosial yang harmonis harus tetap dipertahankan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan kampung-kampung Betawi yang mulai tergerus perkembangan kota menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia berharap janji-janji pemerintah daerah terkait pelestarian budaya Betawi benar-benar diwujudkan secara nyata.

Ia juga menyinggung komitmen Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang telah diangkat sebagai tokoh adat Betawi dan sebelumnya menyampaikan janji untuk memperbanyak festival budaya Betawi.

“Janji itu adalah utang moral seorang pemimpin kepada masyarakat Betawi. Karena itu, semua pihak termasuk media harus ikut mengingatkan agar pelestarian budaya Betawi benar-benar menjadi prioritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jamaludin menilai budaya Betawi tidak hanya diwujudkan melalui simbol-simbol adat semata, tetapi juga melalui implementasi nilai kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan sosok Si Pitung yang selama ini menjadi ikon masyarakat Betawi sebagai simbol kepemimpinan, keberanian, persatuan, dan hubungan sosial yang baik di tengah masyarakat.

“Budaya Betawi harus mengajarkan masyarakat untuk tidak tawuran, saling menghormati, dan menjaga persatuan. Nilai-nilai itu yang harus diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.

Acara Halal bi Halal dan Silaturahmi Kebangsaan ini berlangsung penuh kekeluargaan dan menjadi bukti bahwa masyarakat Betawi tetap solid dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota metropolitan. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi pengingat pentingnya menjaga akar budaya sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *