Perhimpunan Minahasa Raya (PMR) Gelar Ibadah HUT 1 Tahun: PMR Rumah Besar bagi Masyarakat Minahasa untuk Saling Mendukung, Membangun Solidaritas, serta Menciptakan Kontribusi Nyata bagi Masyarakat Luas.
Jakarta, Metropolitanpost.id
Perayaan Ibadah Syukur 1 Tahun Berdirinya Perhimpunan Minahasa Raya (PMR) pada hari Senin (25/5/2026) bertempat Resto De Tuna Jakarta Pusat, berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan. Mengusung tema “Kasih Allah Yang Mempersatukan” yang diambil dari Kolose 3:14, kegiatan ini menjadi momentum mempererat tali persaudaraan masyarakat Minahasa, baik di tanah rantau maupun di kampung halaman.
Acara yang dihadiri oleh pengurus, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai elemen komunitas Minahasa tersebut berlangsung khidmat serta penuh nuansa kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, PMR menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai wadah pemersatu sekaligus penggerak pemberdayaan masyarakat.
Lando selaku Wakil Ketua Umum Perhimpunan Minahasa Raya dalam wawancara bersama awak media menyampaikan bahwa PMR mendukung berbagai program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Program pemberdayaan masyarakat, kita mendukung program Presiden Prabowo Subianto untuk kesejahteraan Indonesia melalui MBG dan Koperasi Merah Putih. Harapan HUT Perhimpunan Minahasa Raya ini adalah yang pertama, teman-teman Minahasa tahu bahwa kita sudah siap membantu masyarakat Minahasa yang ada di perantauan maupun yang ada di Minahasa,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran PMR bukan hanya menjadi organisasi berbasis kedaerahan, tetapi juga menjadi rumah besar bagi masyarakat Minahasa untuk saling mendukung, membangun solidaritas, serta menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Brigjen TNI (Purn) Johan Sumampouw selaku Ketua Dewan Penasehat PMR menyampaikan bahwa perjalanan satu tahun PMR merupakan fondasi awal untuk membangun organisasi yang lebih solid dan terstruktur.
“Ke depan dalam menghadapi tantangan-tantangan PMR, kita anggap organisasi ini sudah resmi. Apalagi sejak berdirinya sudah berjalan satu tahun, walaupun secara legal baru di tahun 2026 ini. Langkah berikutnya tentu kita harus berusaha mengeksekusi tujuan berdirinya PMR serta program-program yang sudah direncanakan agar segera dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebelum menjalankan program-program besar organisasi, PMR terlebih dahulu akan memprioritaskan proses pengukuhan kepengurusan sebagai langkah awal penguatan organisasi.
“Bagaimana mau melaksanakan semua kegiatan, tentu harus didahului dengan pengukuhan. Sebenarnya kita sudah siap orang-orangnya, tinggal menentukan kapan dan di mana pengukuhan itu dilaksanakan. Itu yang menjadi prioritas awal kita,” tambahnya.
Selain itu, PMR juga telah menyiapkan berbagai agenda lanjutan, termasuk pelantikan kepengurusan di sejumlah daerah yang telah direncanakan secara matang.
“Setelah pengukuhan, baru kita akan melaksanakan kegiatan-kegiatan lainnya. Pelantikan di daerah-daerah juga sudah direncanakan, tinggal pelaksanaannya saja,” jelas Brigjen TNI (Purn) Johan Sumampouw.
Melalui peringatan HUT pertama ini, PMR berharap dapat terus berkembang menjadi organisasi yang aktif, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Minahasa maupun bangsa Indonesia secara luas. Semangat persatuan, pelayanan, dan gotong royong menjadi kekuatan utama PMR dalam melangkah menuju masa depan organisasi yang lebih besar dan bermanfaat.


















