Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
About Us

MAI Apresiasi Gebyar Pesona Budaya Garut 2026, Sekjen M. Rafik Datuk Rajo Kuaso: “Ini Momentum Kebangkitan Martabat Adat dan Ekonomi Rakyat”

Avatar photo
41
×

MAI Apresiasi Gebyar Pesona Budaya Garut 2026, Sekjen M. Rafik Datuk Rajo Kuaso: “Ini Momentum Kebangkitan Martabat Adat dan Ekonomi Rakyat”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ket. Foto: M. Rafik Datuk Rajo Kuaso Sekjen Majelis Adat Indonesia (pertama dari Kanan) bersama sejumlah raja dan perwakilan Diraja Nusantara berjalan mengikuti karnaval dalam rangka Gebyar Pesona Budaya Garut di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026). Acara ini menjadi bagian dari perhelatan budaya yang dihadiri puluhan raja Nusantara sebagai wujud pelestarian adat dan tradisi bangsa. (Foto: istimewa)

 

Example 300x600

METROPOLITAN POST — Majelis Adat Indonesia (MAI) menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) Tahun 2026, sebuah perhelatan budaya berskala nasional yang telah masuk dalam kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung meriah di Halaman Gedung Bale Paminton, Garut, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk raja, sultan, serta pemangku adat dari seluruh Nusantara.

Sekretaris Jenderal MAI, Duli Yang Teramat Mulia Sripaduka M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, yang hadir memenuhi undangan resmi Pemerintah Kabupaten Garut, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar festival budaya, melainkan ruang strategis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai adat sebagai fondasi peradaban bangsa.

“Gebyar Pesona Budaya Garut bukan hanya perayaan seremonial, melainkan momentum kebangkitan martabat adat dan identitas bangsa. Ketika para raja, sultan, dan pemangku adat berkumpul, di situlah sesungguhnya energi kebudayaan Nusantara menyatu untuk memperkuat jati diri Indonesia,” ujar M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, (25/4/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pengembangan desa wisata.

“Apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Garut dengan mendorong desa wisata adalah langkah tepat dan visioner. Inventarisasi potensi desa yang dilakukan menjadi kunci agar kekayaan lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat adat dan desa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata berbasis budaya tidak dapat berdiri sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Penguatan desa wisata harus menjadi gerakan bersama. Tidak cukup hanya oleh dinas pariwisata, tetapi perlu sinergi dengan pemberdayaan masyarakat desa, lembaga adat, dan seluruh pemangku kepentingan. Di situlah nilai gotong royong modern menemukan relevansinya,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan GPBG 2026 sendiri diisi dengan Helaran dan Karnaval Budaya yang menampilkan ragam pakaian adat kerajaan, serta Opening Ceremony bertajuk ‘Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang’ yang menggambarkan semangat kemilau budaya dan kejayaan daerah.

Kehadiran Bupati Garut bersama jajaran pemerintah daerah semakin memperkuat komitmen bahwa Garut diarahkan menjadi destinasi pariwisata unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menutup pernyataannya, Sekjen MAI menegaskan bahwa Majelis Adat Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan kelestarian nilai-nilai adat.

“MAI berdiri bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai frekuensi nilai yang menjaga arah moral bangsa. Kami siap bersinergi agar setiap pembangunan tetap berakar pada kearifan lokal dan berorientasi pada kemaslahatan rakyat,” pungkasnya.(Red)

Laporan : Bar.S

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *